1. Pendahuluan
1.1 Hambatan dan hukum ohm
Setiap
penghantar mempunyai hambatan. Beberapa penghantar seperti kabel, harus dipilih
agar mempunyai nilai hambatan paling rendah. Komponen yang mempunyai kegunaan karena nilai
hambatan (resistansi) disebut
resistor. Resistor banyak dipakai dalam rangkaian listrik dan elektronika untuk
mengatur besar arus yang mengalir. Dalam resistor energi listrik diubah menjadi
energi panas.
Hubungan antara tegangan, arus dan
hambatan dalam rangkaian dinyatakan oleh persamaan di bawah ini atau Hukum Ohm :
V = I * R
1.2 Hukum
Kirchoff
Hubungan antara jumlah dari tegangan yang melintasi suatu
loop tertutup dan jumlah arus pada suatu node dapat dijelaskan dengan Hukum
Kirchoff. Hukum Kirchoff ditemukan oleh Gustav Robert Kirchoff pada 1840. Hukum
Kirchoff I disebut Hukum Kirchoff Tegangan ( KVL),. Menyatakan bahwa pada loop
tertutup jumlah dari semua tegangan adalah nol. Sedangkan Hukum Kirchoff kedua,
Hukum Kirchoff Arus ( KCL ). Menyatakan bahwa jumlah aljabar arus pada suatu
node adalah nol.
1.3 Teorema Superposisi
Teorema superposisi menyatakan bahwa dalam suatu rangkaian yang memiliki
lebih dari suatu sumber tegangan maka jumlah arus yang mengalir pada sutu
cabang adalah sama dengan jumlah arus yang mengalir pada cabang tersebut
apabila sumber tegangan yang aktif hanya satu.
Teorema superposisi sering digunakan pada analisis dari rangkaian
listrik dan elektronika. Dengan menggunakan teorema superposisi maka
perhitungan akan menjadi lebih mudah.
2. Tujuan
- Untuk
mempelajari konsep hambatan dan Hukum Ohm.
- Untuk
mempelajari hubungan resistor dalam rangkaian.
- Untuk
mempelajari hubungan resisitor seri dan pararel dalam rangkaian.
- Untuk
mempelajari efek dari penggunaan lebih dari satu sumber tegangan dalam
rangkaian.
3. Tugas Pendahuluan
·
Sebut dan jelaskan tentang hokum KVL dan KCL
disertai dengan gambar rangkaian!
·
Secara
Teori dan rumus, sebutkan teorema superposisi, disertai dengan contoh soal dan
jawaban!
4. Peralatan yang dibutuhkan
·
Circuit
construction deck
·
Multimeter 2 buah
5. Prosedur / Langkah-langkah percobaan
A. Hambatan dan hukum ohm
·
Buat
rangkaian seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 1.1
Beri
nilai hambatan pada rangkaian di atas sebesar 100 ohm.Ubahlah tegangan DC
variable pada nol dan nyalakan power supply . Naikkan nilai tegangan sampai voltmeter
membaca nilai 12V dan perhatikan tingkat keterangan lampu.
·
Ulangi
langkah kedua dengan nilai hambatan diubah menjadi 1 KOhm. Periksalah
kondisi lampu.
·
Buatlah rangkaian seperti pada gambar di bawah
ini.

Gambar
1.2
Set
nilai tegangan pada 0V. Secara bertahap naikkan nilai tegangan sebesar 1 V
secara bertahap sampai mencapai 10V. Dan catatlah nilai arus yang mengalir
setiap perubahan nilai tegangan.
·
Catatlah dalam table 1.1 .
·
Gantilah
hambatan dengan 1 kOhm dan ulangi langkah 4-5.
Tugas
analisa
·
Bandingkan
tingkat keterangan lampu pada percobaan pertama, jelaskan mengapa tingkat
keterangan lampu berbeda.
·
Buatlah
grafik yang menggambarkan hubungan antara tegangan ( V ) dan arus (I) dengan
data dari eksperimen kedua. Bandingkan antara kedua grafik.
B. Hukum Kirchoff
·
Buatlah
rangkaian seperti gambar di bawah

Gambar
1.3
Setelah nilai tegangan
supply pada 20V.
·
Dengan
menggunakan voltmeter ukurlah nilai tegangan pada R1. Perhatikan polaritas dari
tegangan. Ukurlah nilai tegangan pada resistor yang lain.
·
Catatlah pada tabel 1.2.
·
Dengan
menggunakan amperemeter ukurlah nilai arus yang mengalir pada R1.
·
Dengan
cara yang sama ukurlah nilai arus yang mengalir pada R2, R3, R4, dan R5.
·
Catatlah hasil yang didapat pada table 1.3.
Tugas analisa
Gunakanlah perhitungan teoritis
dan bandingkanlah dengan data percobaan. Hitunglah nilai error.
C. Resistor seri dan pararel
·
Buatlah
rangkaian seperti gambar di bawah.

Gambar
1.4
·
Hidupkan power supply dan set nilai tegangan
pada 2 V. Ukurlah nilai arus yang mengalir.
·
Ubahlah
nilai tegangan dari 4 V, 6 V, 8 V, dan 10V kemudian ukurlah nilai arus
yang mengalir.
·
Catatlah pada table 1.4.
·
Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah

Gambar
1.5
Hidupkan power
supply dan ukurlah arus yang mengalir pada nilai tegangan 2 V, 4 V, 6 V, 8 V
dan 10 V. Catatlah nilai pada table 1.5.
Tugas analisa
Gunakan perhitungan teoritis untuk
menghitung hambatan dan arus yang mengalir. Bandingkan dengan hasil pengukuran
dan hitunglah error yang terjadi.
D. Teorema superposisi
·
Buatlah rangkaian seperti pada gambar.

Gambar 1.6
·
Hidupkan power supply dan set DC variable power
supply pada nilai 20 V.
·
Ukur
nilai arus pada masing-masing cabang dengan menggunakan amperemeter pada skala
0-10 mA.
·
Catatlah
nilai arus yang mengalir pada I1, I2, I3. Perhatikan
besar dan arah arus.
·
Sekarang putuskan sumber tegangan +15 V (short
circuit) dan sambungkan resistor R3 dan R5.
Catat arus pada I`1, I`2,
I`3.

Gambar
1.7
·
Hubungkan kembali sumber tegangan +15 V, dan
putuskan sumber tegangan 20V (short circuit), hubungkan R3 dan R3. Catatlah
nilai arus I``1 , I``2 dan I``3 pada table 1.6

Gambar 1.8
Tugas analisa
Gunakan
hasil perhitungan secara teoritis dan bandingkanlah hasilnya dengan hasil
pengukuran.
Tugas Pengembangan
- Pada percobaan hukum ohm bandingkan antara nyala lampu pada eksperimen I dengan nilai hambatan yang berbeda-beda. Apakah sama atau berbeda, jelaskan alasannya.
- Dari gambar 1.3 carilah hubungan tegangan dalam rangkaian percobaan, pada loop I ( kiri ) dan loop II ( kanan ). Apakah keduanya mempunyai persamaan, jelaskan.
- Pada
percobaan teorema super posisi, Carilah hubungan antara I1, I`1
dan I``1, juga pada I2, I`2 , I``2,
dan I3, I`3
dan I``3.
LEMBAR DATA
PERCOBAAN P1
Hambatan
dan Hukum Ohm
R = 100 Ohm R = 1 Kohm
Tabel 1.1
|
Besar Tegangan
( V )
|
Besar Arus
( A )
|
Besar Tegangan
( V )
|
Besar Arus
(A )
|
|
1
|
|
1
|
|
|
2
|
|
2
|
|
|
3
|
|
3
|
|
|
4
|
|
4
|
|
|
5
|
|
5
|
|
|
6
|
|
6
|
|
|
7
|
|
7
|
|
|
8
|
|
8
|
|
|
9
|
|
9
|
|
|
10
|
|
10
|
|
Hukum Kirchhoff
Table 1.2
|
Hambatan
|
Besar Tegangan ( V )
|
|
R1
|
|
|
R2
|
|
|
R3
|
|
|
R4
|
|
|
R5
|
|
Tabel 1.3
|
Hambatan
|
Besar Arus ( A )
|
|
R1
|
|
|
R2
|
|
|
R3
|
|
|
R4
|
|
|
R5
|
|
Resistor Seri
dan Paralel
Table 1.4
|
Besar Tegangan ( V )
|
Besar Arus ( A )
|
R total ( V/I )
|
|
2
|
|
|
|
4
|
|
|
|
6
|
|
|
|
8
|
|
|
|
10
|
|
|
Table 1.5
|
Besar Tegangan ( V )
|
Besar Arus ( A )
|
R total ( V/I )
|
|
2
|
|
|
|
4
|
|
|
|
6
|
|
|
|
8
|
|
|
|
10
|
|
|
Teorema
Supersposisi
Table 1.6
|
I 1 =
|
I` 1 =
|
I`` 1 =
|
|
I 2 =
|
I` 2 =
|
I`` 2 =
|
|
I 3 =
|
I` 3 =
|
I`` 3 =
|
0 komentar:
Posting Komentar